HIDROPONIK
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik sangat cocok ditanam diperkotaan besar seperti surabaya. Seperti halnya yang dilakukan oleh pemateri kita pada kuliah tamu mata kuliah kewirausahaan Progam Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura bapak Mehdi Reza SE. Awal pembukaan usaha pemilik Kebun Sayur Surabaya pertama kali mempersiapkan sebuah awalan materi dasar hidroponik, modal pribadi, dan mencoba untuk membudidayakan menggunakan rockwool, benih impor, pipa, pompa, talang, tandon, lahan sewa. Dengan startup material tersebut pak Mehdi berharap tanaman budidaya seladanya bisa tumbuh dan bisa langsung masuk ke pasar penjualan. Pak Mehdi memilih selada sebagai komoditas budidayanya karena ingin menjadi produsen yang berbeda di daerah Surabaya. Dengan menjadi pembudidaya selada pertama di Surabaya. Berbicara mengenai Surabaya, pemilik mengambil lokasi yang berada di daerah perumahan dikarenakan tempat yang tentram, tidak berada persis di sebelah jalan raya, lebih luas, harga sewa lebih mudah untuk dinegosiasi, dan kantor yang dekat dengan rumah pemilik.
Bapak Mehdi berkeinginan untuk menciptakan produksi sayur organik pertama di Surabaya dengan bermodal materi hidroponik selama 5 hari di Jakarta yang cukup eksis bapak Mehdi membuka usaha kecil perkebunan hidoponik pertama di Surabaya. Dengan modal awal sejumlah 200 juta pemilik bisa menghasilkan 3.5 ton selada dalam sebulan dengan harga jual Rp30.000,00 – Rp50.000,00/kg. Keuntungan yang didapatkan oleh pemilik berbalik modal 100% sehingga dapat membayar karyawan dengan gaji kurang lebih 2 juta dan bonus karyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar