Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor
Keunggulan Kompetitif
Keunggulan kompetitif adalah suatu kondisi di mana perusahaan lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Perusahaan berhasil menerapkan strategi penciptaan nilai. Keunggulan kompetitif tergantung pada kecepatan pesaing untuk melampaui perusahaan. Kecepatan ini menentukan berapa lama keunggulan kompetitif akan bertahan. Pesaing dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing secara efektif bersaing akan memiliki tiga implikasi terhadap posisi kompetitif perusahaan, yaitu:
1. Competitive advantage, yaitu jika tindakan perusahaan memberi nilai tambah dan jika hanya ada sedikit perusahaan yang mampu melakukan tindakan sejenis;
2. Competitive parity, yaitu jika tindakan perusahaan untuk memberi nilai tambah, tetapi cukup banyak perusahaan yang mampu melakukan tindakan yang sama;
3. Competitive disadvantage, yaitu jika tindakan perusahaan dalam suatu industri yang gagal untuk memberi nilai tambah ekonomis.Dalam pengembangan usaha dalam perusahaan tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor kunci untuk mencapai keunggulan yang kompetitif. Adapun faktor-faktor kunci utama dalam industri ada empat,yaitu:
1. Produk dan Kualitas Produk
Kualitas produk adalah salah satu faktor penting yang diyakini menjadi alasan kesuksesan dari perusahaan. Oleh karena itu mereka berusaha berkomitmen untuk menggunakan bahan baku yang layak dan sesuai untuk digunakan dalam membuat produk. Penggunaan bahan-bahan yang baik dan layak ini menghindarkan konsumen dari berbagai efek samping yang buruk. Selain itu proses yang baik dan bersih dalam memproduksi produk juga menjadikan produk lebih berkualitas.
2. Kemasan
Dalam membeli sebuah produk umumnya orang akan melihat apakahkemasanas4
4. Kualitas
Dengan adanya peningkatan inovasi terhadap produk maka akan meningkatkan permintaan akan produk. Inovasi produk dilakukan untuk menarik konsumen membeli produk. Alasan dari adanya inovasi produk yang terus menerus adalah untuk menghilangkan kejenuhan konsumen terhadap satu macam produk. Inovasi produk dapat dilihat dari jenis dan bentuk dari produk. Jenis produk pun telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia.
Ciri-Ciri Pasar Potensial
- Usaha memiliki nilai jual yang tinggi
- Usaha itu harus mempunyai waktu betahan yang lama di pasar
- Tidak akan menghabiskan modal
Tidak bersifat musiman
Bisa ditingkatkan menjadi skala industri
Pendekatan Permintaan
Metode ini menekankan mengenai kebutuhan manusia yang hingga kini masih belum dapat terpenuhi sepenuhnya atau mungkin ada yang telah terpenuhi tapi hasilnya kurang memuaskan.
Sebagai contoh, masyarakat yang berada dalam wilayah pedesaan banyak yang pergi menuju kota hanya untuk membeli pakaian. Bisa diartikan jika masyarakat desa mungkin tak memperoleh pakaian yang sesuai dengan selera mereka di desa atau tidak dapat menemukannya di wilayah mereka.
Melalui pendekatan dan pengamatan ini, maka diperoleh kesimpulan jika desa merupakan sebuah peluang usaha yang bagus untuk membangun bisnis pakaian yang sesuai dengan selera mereka sekaligus harganya pun berbeda dengan harga pakaian di kota. Dapat dilihat bahwa mengetahui permintaan dari total kebutuhan, jumlah konsumen serta target pasarnya.
Pendekatan Penawaran
pendekatan penawaran berawal dari kemampuan yang dimiliki seorang wirausaha dalam memproduksi suatu barang, memberikan pelayanan baik itu jasa maupun produk dan aktivitas lainnya.
Pendekatan ini bisa dengan mulai mencari pasar yang membutuhkannya dan harus memahami betul keinginan maupun tren yang sedang berlaku di masyarakat. Sebelum melakukan sebuah bisnis, maka sebaiknya mengetahui apakah daya beli masyarakat terhadap bisnis akan sejalan? Apakah mereka mampu membelinya? Bagaimana kualitas produk Anda dengan yang jenis produk sejenis? Apa yang menjadi kelebihan dari bisnis dan sebagainya.
Dari hal tersebut maka harus dilakukan dan pahami dengan benar sehingga mampu dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan usaha. Dengan melakukan pendekatan ini, maka secara tidak langsung akan mengetahui tingkat pesaing lainnya.
Ciri dan Teknis Menetukan Ceruk Pasar
Pasar ceruk (niche market) adalah segmen spesifik dan kecil dari sebuah pasar dengan lebih sedikit pesaing daripada pasar secara keseluruhan. Segmen ini terdiri dari sekelompok konsumen dengan karakteristik yang serupa. Mereka memiliki kebutuhan dan preferensi yang unik, yang mana membuat mereka berbeda dari konsumen di pasar pada umumnya. Mereka biasanya juga bersedia membayar harga premium kepada perusahaan yang mengkhususkan diri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Cir-cirinya yaitu :
a) Memfokuskan sumber daya.
Karena melayani sedikit pelanggan, perusahaan dapat lebih memusatkan sumber daya untuk mengeksploitasi pasar target. Itu menghasilkan efektivitas pemasaran yang lebih tinggi.
b) Lebih sedikit persaingan.
Strategi pemasaran melibatkan penargetan pasar di luar pasar utama. Perusahaan akan menargetkan segmen pasar tertentu, di mana perusahaan besar tidak tertarik masuk ke dalamnya
c) Layak untuk perusahaan kecil.
Pemasaran ceruk bermanfaat bagi perusahaan yang memiliki sumber daya yang relatif terbatas. Mereka dapat bertahan dan berkembang di pasar dan tidak harus bersaing langsung dengan perusahaan besar di pasar massal.
d) Margin keuntungan tinggi.
Tekanan persaingan yang rendah menawarkan kesempatan ke perusahaan untuk menjual dengan harga tinggi dan memperoleh margin keuntungan tinggi. Mereka menawarkan produk eksklusif, membuat konsumen bersedia membayar harga lebih tinggi.
e) Loyalitas tinggi.
Perusahaan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk memuaskan pelanggan. Mereka berspesialisasi dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan spesifik konsumen. Kesuksesan mengeksploitasi pasar membawa hubungan yang lebih kuat antara pelanggan dengan perusahaan dan merek.
f) Skala ekonomi rendah.
Pasar memiliki sedikit pelanggan karena permintaan dan kebutuhan lebih spesifik. Oleh karena itu, perusahaan sulit untuk mengejar penurunan biaya rata-rata dengan meningkatkan volume penjualan dan produksi.
g) Hambatan masuk rendah.
Persyaratan masuk relatif rendah karena tidak mengandalkan investasi modal yang signifikan. Oleh karena itu, di beberapa pasar, perusahaan menghadapi risiko tinggi masuknya pemain baru ke pasar, yang mana dapat meningkatkan persaingan langsung.
h) Kesempurnaan produk.
Pasar mengharuskan perusahaan mengembangkan strategi secara sempurna dan memberikan solusi yang lebih baik. Karena lebih sedikit calon pelanggan, hanya ada sedikit ruang untuk kesalahan. Perusahaan harus dapat memberikan apa yang diminta pelanggan dengan tepat.
Indonesia ada beberapa marketplace yang populer seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan lainnya. Marketplace lain dari luar contohnya Aliexpress, taobaoo, dan lainnya. Kita dapat memanfaatkannya. marketplace yang ada untuk mencari produk yang banyak dicari.
a. Menentukan penjual marketplace yang bagus dapat menggunakan indikator
b. Menentukan ceruk pasar dengan Google trends, dan
c. Menentukan ceruk pasar dengan Instagram
Ciri-Ciri Produk yang Marketable untuk Ekspor
Ciri-ciri produk yang laku di pasar ekspor, yaitu :
a) Produk tersebut memiliki umur ekonomis yang cukup lama.
Semakin lama umur atau usia penggunaanya akan semakin baik bagi konsumen. Misalkan, dengan membeli sepatu dengan harga Rp 30.000 seorang konsumen cukup tahu diri bahwa sepatu tersebut bisa bertahan 3 bulan saja sudah bersyukur, namun ternyata sudah 6 bulan lebih sepatu tersebut masih layak digunakan, maka produk tersebut sudah sangat memenuhi kriteria handal yang pertama.
b) Apabila produk tersebut mengalami kerusakan mudah diperbaiki.
Mudah di sini, bisa berarti mudah dicari komponennya yang rusak, karena banyak dijumpai di berbagai toko yang ada, maupun mudah dalam memperbaikinya. Sebagai contoh, sebuah produk kursi yang rusak karena bautnya patah, konsumen dengan mudah membeli baut pengganti di banyak toko serta dapat memperbaikinya sendiri, atau kalaupun minta tolong orang, dengan mudah menemukan orang atau bengkel yang bisa memperbaiki kursi tersebut.
c) Kerusakan salah satu komponen tidak akan berpengaruh banyak pada fungsi utama produk tersebut.
Sebagai contoh produk inovatif ’sandal boneka’. Produk tersebut dikatakan handal apabila misalnya karena suatu sebab hiasan bonekanya lepas atau rusak, sandal tersebut tetap bisa dan pantas digunaka.
d) Mudah digunakan dan mudah dirawat.
Ciri selanjutnya adalah bahwa produk yang handal harus mudah digunakan, mulai dengan pemasangan yang mudah, maupun petunjuk penggunaan yang mudah dipahami, sehingga konsumen tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menikmati manfaat produk tersebut. Di samping itu, produk tersebut harus memberi kemudahan bagi konsumen untuk merawatnya. Sebagai contoh produk ’Baju’ yang baik adalah baju yang tidak hanya mudah dipakai namun juga harus mudah dirawat, dengan perawatan pada umumnya.
e) Ramah lingkungan
Saat ini dengan terus menurunnya kualitas lingkungan di sekitar kita, semakin menuntut produk yang ramah lingkungan, tidak hanya bahan baku yang digunakan saja yang harus ramah lingkungan, namun masa penggunaan dan sampah yang dihasilkan pun harus ramah lingkungan.
Strategi Ekspor untuk dapat melakukan kegiatan ekspor perlu dirumuskan langkah-langkah strategis agar kegiatan memasuki pasar global dapat berhasil baik, yaitu dengan cara :
a) Landasi bahwa perusahaan yang sangat kecil dan sangat tidak berpengalaman pun memiliki potensi untuk melakukan ekspor. Besar kecilnya perusahaan tidak ada hubungannya dengan produk yang dihasilkannya yang diminta oleh pasar luar negeri.
b) Analisis produk
c) Analisis komitmen, apakah anda bersedia mencurahkan waktu, tenaga, pikiran agar usaha ekspor anda dapat berhasil.
d) Teliti pasar dan pilih target. Banyak kemungkinan produk yang dieskpor harus mengalami modifikasi. Karena itu informasi amat penting guna menemukan pelanggan yang potensial di luar negeri. Informasi penting dari Dinas Perdagangan / Kementerian Perdagangan Asosiasi Eksportir, Kadin dan sebagainya sangat penting untuk dicermati.
e) Mengembangkan strategi distribusi. Banyak saluran untuk dapat melakukan ekspor ke luar negeri. Selain langsung ke pembeli di luar negeri bisa melalui perantara perdagangan, usaha patungan dan lain-lain.
f) Menemukan pelanggan dapat melalui situs web atau melalui pameran-pameran dagng baik di dalam maupun di luar negeri.
g) Mencari pembiayaan. Untuk ekspor memerlukan biaya yang jauh lebih besar dibanding penjualan domestik dan pembayaran pun relatif lebih lama. Meskipun demikian keuntungannya juga lebih besar.
h) Mengirim barang Untuk mengirim barang ke luar negeri tersedia perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL).
i) Menerima pembayaran. Proses pembayaran hasil ekspor bisa lebih lama dibanding pembayaran domestik dan bila ada klaim mungkin bisa memakan waktu yang lebih lama (Sri Bondan, 2018)