Jumat, 22 Januari 2021

UAS - Manajemen Pemasaran Produk Beras Merah Organik

 Nama : Syifaul Jannah

NIM : 180321100146

Kelas : Manajemen Pemasaran D

Manajemen Pemasaran Produk Beras Merah Organik

Tahun 2021, perusahaan beras merah organik menargetkan omset sebesar Rp 1.000.000.000. Tujuan dari perusahaan ini sendiri adalah Menjadi perusahaan terbaik di Indonesia. Beberapa strategi yang diperlukan untuk mencapai hal tersebut adalah sebagai berikut.

1.Melakukan Analisis Segmentasi, Targetting, Positioning

Pemasaran produk beras merah organik akan dipasarkan di seluruh Kota di Indonesia maupun di Luar negeri (ASEAN). Sasaran produk ini adalah orang-orang kalangan menengah ke atas dan orang yang sakit yang mengkonsumsi beras merah. Selain itu, semua jenis kelamin dan usia dapat mengkonsumsi produk beras merah organik. Pemasaran produk ini dilakukan melalui outlet-outlet yang tersebar di kota-kota di Indonesia dan cabang yang ada di luar negeri. Selain itu, penjualan juga dengan menitipkan prof ke supermarket-supermarket yang ada. Untuk menambah pangsa pasar dan mempermudah konsumen dalam membeli beras merah organik ini juga dilakukan pemasaran secara online, melalui website, Instagram, Facebook, WhatsApp, dan media lain.

2.Melakukan Analisis Bauran Pemasaran

Harga

Harga dari produk beras merah organik adalah Rp 65.000 per kg. Akan tetapi, konsumen dapat membeli beras merah organik secara ecer. Harga untuk berat produk 100 gram adalah Rp 6.500. Harga untuk berat produk 500 gram adalah Rp 32.500. Harga untuk berat produk 5 kg adalah Rp 325.000. Harga untuk berat produk 10 kg adalah 650.000.

Produk

Produk beras merah organik merupakan produk yang memiliki kualitas yang baik bagi kesehatan. Beras merah organik dipasarkan secara grosir maupun secara ecer, seperti berat produk 100 gram, 500 gram, 1 kg, 5 kg, dan 10 kg.

Tempat

Pemasaran dilakukan melalui media online dan media cetak serta elektronik. Adanya outlet-outlet untuk menjual produk ini dapat mempermudah konsumen dalam membeli produk beras merah organik. Pembukaan cabang di luar negeri juga dilakukan untuk mencapai omset yang telah ditentukan.

Promosi

Promosi yang dilakukan melalui media online maupun offline. Pemasangan poster di tempat-tempat yang strategis, pemasangan iklan di media cetak dan elektronik. Adanya promosi pada event yang diadakan. Adanya diskon untuk menarik konsumen terutama pada acara besar tahunan, maupun acara-acara besar agama

Poster promosi Produk Beras Merah Organik




4. Pada saat ini perdagangan semakin terbuka kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan kegiatan ekspor. Permintaan pasar global akan beras organic semakin meningkat. Namun hal ini juga dihadapkan pada pesaing yang lebih dahulu melakukan ekspor seperti Thailand dan Vietnam. Dalam hal ini perusahaan perlu menganalisis berbagai aspek. Untuk melakukan impor tentunya perusahaan perlu mengetahui kebijakan-kebijakan apa saja yang perlu diperhatikan untuk memproteksi dan mengembangkan produk khususnya dibidang pertanian. 

Salah satunya kebijakan Menteri Pertanian No. 51/Permentan/HK.310/4/2014 mengenai rekomendasi ekspor dan impor beras tertentu seperti beras organik. Beberapa aspek yang akan diperhatikan perusahaan sebelum mengimpor beras merah organik, yaitu:

a. Kualitas

b. Keaslian produk

c. Keamanan produk

d. Kemasan unik yang dimiliki produk

Jumat, 15 Januari 2021

Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

 Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

 Keunggulan Kompetitif

Keunggulan kompetitif adalah suatu kondisi di mana perusahaan lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Perusahaan berhasil menerapkan strategi penciptaan nilai. Keunggulan kompetitif tergantung pada kecepatan pesaing untuk melampaui perusahaan. Kecepatan ini menentukan berapa lama keunggulan kompetitif akan bertahan. Pesaing dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing secara efektif  bersaing akan memiliki tiga implikasi terhadap posisi kompetitif perusahaan, yaitu:  

  1. Competitive advantage, yaitu jika tindakan perusahaan memberi nilai tambah dan jika hanya ada sedikit perusahaan yang mampu melakukan tindakan sejenis;

2. Competitive parity, yaitu jika tindakan perusahaan untuk memberi nilai tambah, tetapi cukup banyak perusahaan yang mampu melakukan tindakan yang sama;    3.  Competitive disadvantage, yaitu jika tindakan perusahaan dalam suatu industri yang gagal untuk memberi nilai tambah ekonomis.Dalam pengembangan usaha dalam perusahaan tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor kunci untuk mencapai keunggulan yang kompetitif. Adapun faktor-faktor kunci utama dalam industri ada empat,yaitu: 

 1. Produk dan Kualitas Produk Kualitas produk adalah salah satu faktor penting yang diyakini menjadi alasan kesuksesan dari perusahaan. Oleh karena itu mereka berusaha berkomitmen untuk menggunakan bahan baku yang layak dan sesuai untuk digunakan dalam membuat produk. Penggunaan bahan-bahan yang baik dan layak ini menghindarkan konsumen dari berbagai efek samping yang buruk. Selain itu proses yang baik dan bersih dalam memproduksi produk juga menjadikan produk lebih berkualitas.

2. Kemasan Dalam membeli sebuah produk umumnya orang akan melihat apakahkemasanas4

4. Kualitas

Dengan adanya peningkatan inovasi terhadap produk maka akan meningkatkan permintaan akan produk. Inovasi produk dilakukan untuk menarik konsumen membeli produk. Alasan dari adanya inovasi produk yang terus menerus adalah untuk menghilangkan kejenuhan konsumen terhadap satu macam produk. Inovasi produk dapat dilihat dari jenis dan bentuk dari produk. Jenis produk pun telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Ciri-Ciri Pasar Potensial

- Usaha memiliki nilai jual yang tinggi

- Usaha itu harus mempunyai waktu betahan yang lama di pasar

- Tidak akan menghabiskan modal

Tidak bersifat musiman Bisa ditingkatkan menjadi skala industri

Pendekatan Permintaan

Metode ini menekankan mengenai kebutuhan manusia yang hingga kini masih belum dapat terpenuhi sepenuhnya atau mungkin ada yang telah terpenuhi tapi hasilnya kurang memuaskan. Sebagai contoh, masyarakat yang berada dalam wilayah pedesaan banyak yang pergi menuju kota hanya untuk membeli pakaian. Bisa diartikan jika masyarakat desa mungkin tak memperoleh pakaian yang sesuai dengan selera mereka di desa atau tidak dapat menemukannya di wilayah mereka. Melalui pendekatan dan pengamatan ini, maka diperoleh kesimpulan jika desa merupakan sebuah peluang usaha yang bagus untuk membangun bisnis pakaian yang sesuai dengan selera mereka sekaligus harganya pun berbeda dengan harga pakaian di kota. Dapat dilihat bahwa mengetahui permintaan dari total kebutuhan, jumlah konsumen serta target pasarnya.

Pendekatan Penawaran

pendekatan penawaran berawal dari kemampuan yang dimiliki seorang wirausaha dalam memproduksi suatu barang, memberikan pelayanan baik itu jasa maupun produk dan aktivitas lainnya. Pendekatan ini bisa dengan mulai mencari pasar yang membutuhkannya dan harus memahami betul keinginan maupun tren yang sedang berlaku di masyarakat. Sebelum melakukan sebuah bisnis, maka sebaiknya mengetahui apakah daya beli masyarakat terhadap bisnis akan sejalan? Apakah mereka mampu membelinya? Bagaimana kualitas produk Anda dengan yang jenis produk sejenis? Apa yang menjadi kelebihan dari bisnis dan sebagainya. Dari hal tersebut maka harus dilakukan dan pahami dengan benar sehingga mampu dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan usaha. Dengan melakukan pendekatan ini, maka secara tidak langsung akan mengetahui tingkat pesaing lainnya. 

 Ciri dan Teknis Menetukan Ceruk Pasar

Pasar ceruk (niche market) adalah segmen spesifik dan kecil dari sebuah pasar dengan lebih sedikit pesaing daripada pasar secara keseluruhan. Segmen ini terdiri dari sekelompok konsumen dengan karakteristik yang serupa. Mereka memiliki kebutuhan dan preferensi yang unik, yang mana membuat mereka berbeda dari konsumen di pasar pada umumnya. Mereka biasanya juga bersedia membayar harga premium kepada perusahaan yang mengkhususkan diri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Cir-cirinya yaitu :

a) Memfokuskan sumber daya. 

Karena melayani sedikit pelanggan, perusahaan dapat lebih memusatkan sumber daya untuk mengeksploitasi pasar target. Itu menghasilkan efektivitas pemasaran yang lebih tinggi.

b) Lebih sedikit persaingan.

Strategi pemasaran melibatkan penargetan pasar di luar pasar utama. Perusahaan akan menargetkan segmen pasar tertentu, di mana perusahaan besar tidak tertarik masuk ke dalamnya

c) Layak untuk perusahaan kecil.

Pemasaran ceruk bermanfaat bagi perusahaan yang memiliki sumber daya yang relatif terbatas. Mereka dapat bertahan dan berkembang di pasar dan tidak harus bersaing langsung dengan perusahaan besar di pasar massal.

d) Margin keuntungan tinggi.

Tekanan persaingan yang rendah menawarkan kesempatan ke perusahaan untuk menjual dengan harga tinggi dan memperoleh margin keuntungan tinggi. Mereka menawarkan produk eksklusif, membuat konsumen bersedia membayar harga lebih tinggi.

e) Loyalitas tinggi.

Perusahaan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk memuaskan pelanggan. Mereka berspesialisasi dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan spesifik konsumen. Kesuksesan mengeksploitasi pasar membawa hubungan yang lebih kuat antara pelanggan dengan perusahaan dan merek. 

f) Skala ekonomi rendah.

Pasar memiliki sedikit pelanggan karena permintaan dan kebutuhan lebih spesifik. Oleh karena itu, perusahaan sulit untuk mengejar penurunan biaya rata-rata dengan meningkatkan volume penjualan dan produksi.

g) Hambatan masuk rendah. 

Persyaratan masuk relatif rendah karena tidak mengandalkan investasi modal yang signifikan. Oleh karena itu, di beberapa pasar, perusahaan menghadapi risiko tinggi masuknya pemain baru ke pasar, yang mana dapat meningkatkan persaingan langsung.

h) Kesempurnaan produk.

Pasar mengharuskan perusahaan mengembangkan strategi secara sempurna dan memberikan solusi yang lebih baik. Karena lebih sedikit calon pelanggan, hanya ada sedikit ruang untuk kesalahan. Perusahaan harus dapat memberikan apa yang diminta pelanggan dengan tepat.

Indonesia ada beberapa marketplace yang populer seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan lainnya. Marketplace lain dari luar contohnya Aliexpress, taobaoo, dan lainnya. Kita dapat memanfaatkannya. marketplace yang ada untuk mencari produk yang banyak dicari. 

a. Menentukan penjual marketplace yang bagus dapat menggunakan indikator

b. Menentukan ceruk pasar dengan Google trends, dan

c. Menentukan ceruk pasar dengan Instagram

Ciri-Ciri Produk yang Marketable untuk Ekspor


Ciri-ciri produk yang laku di pasar ekspor, yaitu :

a) Produk tersebut memiliki umur ekonomis yang cukup lama.

Semakin lama umur atau usia penggunaanya akan semakin baik bagi konsumen. Misalkan, dengan membeli sepatu dengan harga Rp 30.000 seorang konsumen cukup tahu diri bahwa sepatu tersebut bisa bertahan 3 bulan saja sudah bersyukur, namun ternyata sudah 6 bulan lebih sepatu tersebut masih layak digunakan, maka produk tersebut sudah sangat memenuhi kriteria handal yang pertama.

b) Apabila produk tersebut mengalami kerusakan mudah diperbaiki.

Mudah di sini, bisa berarti mudah dicari komponennya yang rusak, karena banyak dijumpai di berbagai toko yang ada, maupun mudah dalam memperbaikinya. Sebagai contoh, sebuah produk kursi yang rusak karena bautnya patah, konsumen dengan mudah membeli baut pengganti di banyak toko serta dapat memperbaikinya sendiri, atau kalaupun minta tolong orang, dengan mudah menemukan orang atau bengkel yang bisa memperbaiki kursi tersebut.

c) Kerusakan salah satu komponen tidak akan berpengaruh banyak pada fungsi utama produk tersebut.

Sebagai contoh produk inovatif ’sandal boneka’. Produk tersebut dikatakan handal apabila misalnya karena suatu sebab hiasan bonekanya lepas atau rusak, sandal tersebut tetap bisa dan pantas digunaka.

d) Mudah digunakan dan mudah dirawat.

Ciri selanjutnya adalah bahwa produk yang handal harus mudah digunakan, mulai dengan pemasangan yang mudah, maupun petunjuk penggunaan yang mudah dipahami, sehingga konsumen tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menikmati manfaat produk tersebut. Di samping itu, produk tersebut harus memberi kemudahan bagi konsumen untuk merawatnya. Sebagai contoh produk ’Baju’ yang baik adalah baju yang tidak hanya mudah dipakai namun juga harus mudah dirawat, dengan perawatan pada umumnya.

e) Ramah lingkungan

Saat ini dengan terus menurunnya kualitas lingkungan di sekitar kita, semakin menuntut produk yang ramah lingkungan, tidak hanya bahan baku yang digunakan saja yang harus ramah lingkungan, namun masa penggunaan dan sampah yang dihasilkan pun harus ramah lingkungan.

Strategi Ekspor untuk dapat melakukan kegiatan ekspor perlu dirumuskan langkah-langkah strategis agar kegiatan memasuki pasar global dapat berhasil baik, yaitu dengan cara :

a) Landasi bahwa perusahaan yang sangat kecil dan sangat tidak berpengalaman pun memiliki potensi untuk melakukan ekspor. Besar kecilnya perusahaan tidak ada hubungannya dengan produk yang dihasilkannya yang diminta oleh pasar luar negeri. 

b) Analisis produk

c) Analisis komitmen, apakah anda bersedia mencurahkan waktu, tenaga, pikiran agar usaha ekspor anda dapat berhasil.

d) Teliti pasar dan pilih target. Banyak kemungkinan produk yang dieskpor harus mengalami modifikasi. Karena itu informasi amat penting guna menemukan pelanggan yang potensial di luar negeri. Informasi penting dari Dinas Perdagangan / Kementerian Perdagangan Asosiasi Eksportir, Kadin dan sebagainya sangat penting untuk dicermati.

e) Mengembangkan strategi distribusi. Banyak saluran untuk dapat melakukan ekspor ke luar negeri. Selain langsung ke pembeli di luar negeri bisa melalui perantara perdagangan, usaha patungan dan lain-lain.

f) Menemukan pelanggan dapat melalui situs web atau melalui pameran-pameran dagng baik di dalam maupun di luar negeri.

g) Mencari pembiayaan. Untuk ekspor memerlukan biaya yang jauh lebih besar dibanding penjualan domestik dan pembayaran pun relatif lebih lama. Meskipun demikian keuntungannya juga lebih besar.

h) Mengirim barang Untuk mengirim barang ke luar negeri tersedia perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL).

i) Menerima pembayaran. Proses pembayaran hasil ekspor bisa lebih lama dibanding pembayaran domestik dan bila ada klaim mungkin bisa memakan waktu yang lebih lama (Sri Bondan, 2018)


Jumat, 08 Januari 2021

Bauran Pemasaran Promotion (Promosi)

 Bauran Pemasaran Promotion ( Promosi)

1. Konsep Inti Promosi 

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi, produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan. Tujuan utama dari promosi adalah produsen atau distributor akan mendapatkan kenaikan angka penjualan dan meningkatkan profit atau keuntungan. Selain mendapatkan keuntungan yang terus meningkat, kegiatan promosi juga memiliki tujuan lain yaitu menarik calon konsumen untuk membeli atau mengonsumsi barang/jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Selain itu ada beberapa tujuan lain dari promosi, seperti:      Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial     Mendapatkan kenaikan penjualan dan profit atau laba     Mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan     Menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar     Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing     Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan     Mengubah tingkah laku dan mendapatkan konsumen

2. Manfaat Promosi

 1. Costumer Loyalty Promosi bermanfaat untuk meningkatkan loyalitas konsumen agar nantinya tidak beralih ke produk kompetitor yang menyediakan barang atau jasa yang serupa. 

2. Media Komunikasi Promosi juga dapat membantu sebuah perusahaan untuk menyampaikan informasi-informasi yang ingin disampaikan kepada pelanggan dan/atau calon pelanggan, seperti informasi terkait kegunaan atau fungsi dari barang atau jasa yang ditawarkan. Selain itu, perusahaan juga dapat menyediakan informasi lain yang relatable dengan barang atau jasa yang disediakan.

  3. Meningkatkan Citra Bisnis promosi mampu mempertahankan citra perusahaan ditambah lagi dengan melakukan upgrade dan update di setiap promosi sehingga tidak memberi ruang untuk perusahaan kompetitor menyerang.

4. Trial and Repeat Buying dengan melakukan upgrade dan update di setiap promosi, perusahaan juga berkesempatan besar untuk mendapatkan pembeli atau pelanggan baru, dan tentunya pembelian berulang. 

5. Membangun Merek Seperti yang sudah disebut pada awal artikel, promosi berfungsi untuk meningkatkan Brand Awareness. Di mana, semakin tingginya tingkat exposure, sehingga perusahaan bisa menjadi Top of Mind di masyarakat. Semakin seringnya dipromosikan, masyarakat juga akan lebih mengenal produk yang ditawarkan perusahaan.

3. Bentuk Bentuk Promosi

A. Advertising (Periklanan)


Kotler mendefinisikan periklanan sebagai bentuk promosi dan penyajian ide, barang atau jasa secara non personal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Advertising merupakan bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media untuk merangsang pembelian. Iklan memiliki beberapa karakteristik yaitu berbayar, non personal, menggunakan media massa untuk massifikasi pesan, sponsor yang teridentifikasi, persuasif dan untuk meraih audiens sebanyak-banyaknya.


Jenis advertising sendiri seperti Informative Advertising yang biasa di gunakan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk Anda atau fitur-fitur baru dari produk Anda. Lalu ada Persuasive Advertising yang biasa di gunakan untuk menciptakan kesukaan, preferensi dan keyakinan sehingga konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa yang Anda tawarkan. Dan terakhir ada Reminder Advertising yang biasa digunakan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa yang Anda sediakan.


B. Personal Selling


Merupakan bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pelanggan yang ditujukan untuk merangsang transaksi. Personal Selling mempromosikan suatu produk dengan cara mendatangi ke tempat konsumen berada.

Personal Selling, merupakan penyajian atau presentasi personal oleh tenaga penjual perusahaan dengan tujuan menjual dan membina hubungan dengan pelanggan, menurut kotler.


Kunci dari Personal Selling adalah Prospecting (mencari pelanggan dan menjalin hubungan dengan mereka), Targeting, Communicating (mengkomunikasikan dan memberi informasi terkait produk Anda), Selling, Servicing, Information gathering (riset pasar), Allocating (mengalokasikan target market).


C. Sales Promotion


Sales Promotion sendiri merupakan bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk Anda dengan segera dan meningkatkan jumlah pembelian. Sales Promotion ialah Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu produk dan jasa menurut Kotler. Berbagai jenis peralatan yang unik seperti kupon, perlombaan,pemotongan harga, hadiah dan lain-lain merupakan Promosi Penjualan.


D. Publishing (Publisitas)


Publishing dapat dilakukan dengan perusahaan Anda untuk mendukung, membina citra perusahaan yang baik dan juga menangani atau menangkal isu, cerita dan peristiwa yang dapat merugikan perusahaan yang dilakukan melalui pembinaan hubungan dengan masyarakat (public relations).


E. Direct marketing


Dengan direct marketing, Kunci nya adalah komunikasi langsung dengan pelanggan Anda dan juga target customer Anda. Direct marketing diharapkan dapat menghasilkan transaksi atau bahkan dukungan. Anda bisa memanfaatkan direct mail, Catalog, Broadcast media, Tv advertorial, Teleshopping, Telemarketing dan lainnya.

4. Pemilihan Media Iklan 

Terdapat empat faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan bentuk promotion mix, yaitu:


1. Dana yang tersedia    


Perusahaan yang memiliki dana yang cukup, akan dapat membuat periklanan yang berhasil dari pada perusahaan dengan dana terbatas.

2. Sifat pasar                 

Sifat pasar yang berpengaruh dalam promotion mix yaitu luas geografis pasaran, jenis pelanggan dan konsentrasi pasaran. Misalnya pada konsentrasi pasaran dimana makin sedikit konsumen (potensial buyers) makin efektif penjualan personal dibadingkan periklanan. 

3. Sifat Produk                

Pada golongan produk konsumen, promotion mix dipengaruhi oleh sifat produk dan cara produk tersebut dibeli, dikonsumsi dan dipersepsikan. Contohnya pada produk-produk yang dibeli dalam jumlah yang sedikit dan sering dibeli, perusahaan harus memilih iklan daripada personal selling.

4. Faktor bauran pemasaran      

yaitu faktor yang berpengaruh seperti harga yang tinggi sering dianggap konsumen berkorelasi positif dengan kualitas yang juga tinggi, sehingga penggunaan iklan untuk kasus ini akan lebih tepat karena untuk mengkomunikasikan kualitas dari produk-produk yang harganya mahal.

5. Strategi Promosi dengan Melihat Siklus Hidup Produk

Definisi strategi merupakan serangkaian komitmen, tindakan terpadu dan terkoordinasi yang dirancang untuk mengeksploitasi kompetensi inti guna mendapatkan keunggulan kompetitif. Strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai oleh perusahaan. Strategi promosi adalah cara yang biasa digunakan untuk meningkatkan citra perusahaan, dengan mengiklankan produk dan brand perusahaan melalui beberapa media. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi promosi merupakan kegiatan yang direncanakan dengan maksud membujuk, merangsang konsumen agar mau membeli produk perusahaan sehingga tujuan untuk meningkatkan penjualan diharapkan dapat tercapai.

Berikut tahapan yang dapat dilakukan dalam melakukan strategi dengan mlihat siklus hidup produk:


1. Tahap Perkenalan (Introduction)


Tahapan ini merupakan tahapan perkenalan yang menjadi cikal bakal suatu siklus hidup. Awalnya melalui tahapan ini, produk akan diproduksi dan dipasarkan dalam jumlah yang lebih besar. Walaupun begitu, volume penjualannya tentu saja tidak sesuai dengan jumlahnya. Promosi yang dilakukan tentu saja harus merupakan promosi yang agresif serta memiliki kualitas pemasaran yang menunjang. Saat promosi dilakukan, targetnya harus benar- benar mengarah kepada merek penjualan. Tahapan ini memang proses pendistribusian serta keuntungannya masih rendah dari biasanya.

Strategi Promosi yang dapat dilakukan yaitu: 


a. Memberikan informasi dan pendidikan kepada konsumen potensial. Menerangkan bahwa produk tersebut ada dan manfaat produk untuk memenuhi kebutuhan.  


b. Penjual harus merangsang permintaan primer, permintaan akan suatu jenis produk yang harus dibedakan dari permintaaan selektif.  


c. Cara yang biasa digunakan pada tahap ini yaitu penjualan personal, pameran dagang dan mendatangi calon konsumen.

 2. Tahap Pertumbuhan (Growth)


Pada tahan ini situasi pasar diketahui bahwa pelanggan mulai menyadari manfaat produk dan produk cukup laku serta perantara ingin menanganinya. Strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu dengan menstimulsi permintaan selektif (merk), lebih menenkankan pentingnya periklanan dan perantara bertambah besar dalam menanggung beban periklanan.


 3. Tahap Kematangan :


Pada tahapan ini situasi pasar diketahui bahwa persaingan meningkat dan kurva penjualan mulai mendatar. Strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu dengan 


a. Perikalanan digunakan sebagai alat untuk menghimbau, membujuk dan bukan hanya sekedar informasi 


b. Persaingan yang tajam mengharuskan penjual menyediakan dana yang lebih besar untuk periklanan.


 4. Tahap Mundurnya Penjualan :


Pada tahap mundurnya penjualan maka situasi pasar mengakibatkan penjualan dan laba menurun serta produk baru yang lebih baik mulai memasuki pasar. Maka strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu denga semua usaha promosi sebaiknya banyak dikurangi, kecuali jika ingin menghidupkan kembali.

Jumat, 01 Januari 2021

Bauran pemasaran price (harga)

 Bauran Pemasaran Price 



1. Konsep Penetapanb Harga 

    Penetapan harga adalah proses menetapkan nilai yang akan diterima oleh produsen dalam hal pertukaran jasa dan barang. Metode pricing ata penetapan harga dilakukan agar nilai atau biaya yang di tawarkan sesuai dengan produsen dan pelanggan. Harga yang ditentukan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan, nilai yang dirasakan pelanggan, dan nilai dari pesaing. 

2. Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Penetapan Harga:

- identitas barang dan jasa 

- Biaya yang serupa di pasar

- Sasaran

Elemen eksternal: kebijakan, ekonomi, regulasi, dll

Total biaya produksi (biaya produksi, biaya tenaga kerja, biaya mesin, dll)

3. Tujuan Penetapan Harga 

            Mepertahankan dan mmemperbaiki market share

     Meningkatkan laba

     Penguasaan pasar

     Mendapatkan pengembalian ivestasi yang di targetkan

     Mencegah atau mengurangi persaingan

            Pasar untuk ide inovatif

4. Faktbor yang Mempengaruhi Penetapan Harga 

  

     Tujuan penetapan harga

     Menentukan permintaan

     Perkiraan biaya

     Analisis biaya

     Harga dan tawaran pesaing

     Metode penetapan harga

           Memilih harga akhir

5.Metode Penetapan Harga

- Berbasis Permintaan 

- Berbasis Biaya 

- Bberbasis Laba 

- Berbasis Persaingan


6Monitoring Pergerakan Harga

- Mengawasi naik turun nya harga di sebuah perusahaan

- Mengawasi perkembangan produk yang diproduksi oleh perusahaan

- Mengawasi segala kebijakan agar produk sampai sesuai dengan harapan costumer

- Semuanya itu dilakukan agar mengetahui apa yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan                     kedepannya

7. Kebijakan Distribusi Dalam Perusahaan

       Menentukan saluran distribusi dalam kehidupan suatu perusahaan sangat penting terutama dalam perusahaan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

       Pertimbangan – pertimbangan dalam menentukan kebijakan saluran distribusi adalah sifat barang, sifat penyebaran,alternatif biaya, modal yang dapat disediakan, tingkat keuntungan dan jumlah pembelian

       Kebijakan yang perlu diterapkan dalam perusahaan seperti pembayaran yang lebih fleksibel atau jangka waktu pembayaran yang lebih panjang, pemberian diskon lebih besar kepada agen,

Study Kasus

PENGARUH HARGA DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ONLINE (STUDI KASUS PADA HARAPAN MAULINA HIJAB JOMBANG)

    Di era digital sekarang, penggunaan internet dalam bisnis telah memasuki semua lini bisnis termasuk dalam pemasaran barang atau jasa. penjualan online atau yang dikenal sebagai E- commerce, juga digunakan oleh Maulina Hijab Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih dalam Pengaruh Harga (X1) dan Trust (X2) terhadap Keputusan pembelian online. Jenis penelitian adalah explanatory melibatkan 90 responden. metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor harga (X1) tidak dominan dipengaruhi terhadap keputusan pembelian online di Maulina Hijab Jombang. Sementara "kepercayaan" faktor (X2) yang dominan dipengaruhi. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Maulina Hijab sudah percaya bahwa kualitas barang yang dijual setara den gan harga yang ditawarkan.