Jumat, 22 Januari 2021

UAS - Manajemen Pemasaran Produk Beras Merah Organik

 Nama : Syifaul Jannah

NIM : 180321100146

Kelas : Manajemen Pemasaran D

Manajemen Pemasaran Produk Beras Merah Organik

Tahun 2021, perusahaan beras merah organik menargetkan omset sebesar Rp 1.000.000.000. Tujuan dari perusahaan ini sendiri adalah Menjadi perusahaan terbaik di Indonesia. Beberapa strategi yang diperlukan untuk mencapai hal tersebut adalah sebagai berikut.

1.Melakukan Analisis Segmentasi, Targetting, Positioning

Pemasaran produk beras merah organik akan dipasarkan di seluruh Kota di Indonesia maupun di Luar negeri (ASEAN). Sasaran produk ini adalah orang-orang kalangan menengah ke atas dan orang yang sakit yang mengkonsumsi beras merah. Selain itu, semua jenis kelamin dan usia dapat mengkonsumsi produk beras merah organik. Pemasaran produk ini dilakukan melalui outlet-outlet yang tersebar di kota-kota di Indonesia dan cabang yang ada di luar negeri. Selain itu, penjualan juga dengan menitipkan prof ke supermarket-supermarket yang ada. Untuk menambah pangsa pasar dan mempermudah konsumen dalam membeli beras merah organik ini juga dilakukan pemasaran secara online, melalui website, Instagram, Facebook, WhatsApp, dan media lain.

2.Melakukan Analisis Bauran Pemasaran

Harga

Harga dari produk beras merah organik adalah Rp 65.000 per kg. Akan tetapi, konsumen dapat membeli beras merah organik secara ecer. Harga untuk berat produk 100 gram adalah Rp 6.500. Harga untuk berat produk 500 gram adalah Rp 32.500. Harga untuk berat produk 5 kg adalah Rp 325.000. Harga untuk berat produk 10 kg adalah 650.000.

Produk

Produk beras merah organik merupakan produk yang memiliki kualitas yang baik bagi kesehatan. Beras merah organik dipasarkan secara grosir maupun secara ecer, seperti berat produk 100 gram, 500 gram, 1 kg, 5 kg, dan 10 kg.

Tempat

Pemasaran dilakukan melalui media online dan media cetak serta elektronik. Adanya outlet-outlet untuk menjual produk ini dapat mempermudah konsumen dalam membeli produk beras merah organik. Pembukaan cabang di luar negeri juga dilakukan untuk mencapai omset yang telah ditentukan.

Promosi

Promosi yang dilakukan melalui media online maupun offline. Pemasangan poster di tempat-tempat yang strategis, pemasangan iklan di media cetak dan elektronik. Adanya promosi pada event yang diadakan. Adanya diskon untuk menarik konsumen terutama pada acara besar tahunan, maupun acara-acara besar agama

Poster promosi Produk Beras Merah Organik




4. Pada saat ini perdagangan semakin terbuka kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan kegiatan ekspor. Permintaan pasar global akan beras organic semakin meningkat. Namun hal ini juga dihadapkan pada pesaing yang lebih dahulu melakukan ekspor seperti Thailand dan Vietnam. Dalam hal ini perusahaan perlu menganalisis berbagai aspek. Untuk melakukan impor tentunya perusahaan perlu mengetahui kebijakan-kebijakan apa saja yang perlu diperhatikan untuk memproteksi dan mengembangkan produk khususnya dibidang pertanian. 

Salah satunya kebijakan Menteri Pertanian No. 51/Permentan/HK.310/4/2014 mengenai rekomendasi ekspor dan impor beras tertentu seperti beras organik. Beberapa aspek yang akan diperhatikan perusahaan sebelum mengimpor beras merah organik, yaitu:

a. Kualitas

b. Keaslian produk

c. Keamanan produk

d. Kemasan unik yang dimiliki produk

Jumat, 15 Januari 2021

Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

 Mengevaluasi Potensi dan Peluang Ekspor

 Keunggulan Kompetitif

Keunggulan kompetitif adalah suatu kondisi di mana perusahaan lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Perusahaan berhasil menerapkan strategi penciptaan nilai. Keunggulan kompetitif tergantung pada kecepatan pesaing untuk melampaui perusahaan. Kecepatan ini menentukan berapa lama keunggulan kompetitif akan bertahan. Pesaing dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing secara efektif  bersaing akan memiliki tiga implikasi terhadap posisi kompetitif perusahaan, yaitu:  

  1. Competitive advantage, yaitu jika tindakan perusahaan memberi nilai tambah dan jika hanya ada sedikit perusahaan yang mampu melakukan tindakan sejenis;

2. Competitive parity, yaitu jika tindakan perusahaan untuk memberi nilai tambah, tetapi cukup banyak perusahaan yang mampu melakukan tindakan yang sama;    3.  Competitive disadvantage, yaitu jika tindakan perusahaan dalam suatu industri yang gagal untuk memberi nilai tambah ekonomis.Dalam pengembangan usaha dalam perusahaan tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor kunci untuk mencapai keunggulan yang kompetitif. Adapun faktor-faktor kunci utama dalam industri ada empat,yaitu: 

 1. Produk dan Kualitas Produk Kualitas produk adalah salah satu faktor penting yang diyakini menjadi alasan kesuksesan dari perusahaan. Oleh karena itu mereka berusaha berkomitmen untuk menggunakan bahan baku yang layak dan sesuai untuk digunakan dalam membuat produk. Penggunaan bahan-bahan yang baik dan layak ini menghindarkan konsumen dari berbagai efek samping yang buruk. Selain itu proses yang baik dan bersih dalam memproduksi produk juga menjadikan produk lebih berkualitas.

2. Kemasan Dalam membeli sebuah produk umumnya orang akan melihat apakahkemasanas4

4. Kualitas

Dengan adanya peningkatan inovasi terhadap produk maka akan meningkatkan permintaan akan produk. Inovasi produk dilakukan untuk menarik konsumen membeli produk. Alasan dari adanya inovasi produk yang terus menerus adalah untuk menghilangkan kejenuhan konsumen terhadap satu macam produk. Inovasi produk dapat dilihat dari jenis dan bentuk dari produk. Jenis produk pun telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Ciri-Ciri Pasar Potensial

- Usaha memiliki nilai jual yang tinggi

- Usaha itu harus mempunyai waktu betahan yang lama di pasar

- Tidak akan menghabiskan modal

Tidak bersifat musiman Bisa ditingkatkan menjadi skala industri

Pendekatan Permintaan

Metode ini menekankan mengenai kebutuhan manusia yang hingga kini masih belum dapat terpenuhi sepenuhnya atau mungkin ada yang telah terpenuhi tapi hasilnya kurang memuaskan. Sebagai contoh, masyarakat yang berada dalam wilayah pedesaan banyak yang pergi menuju kota hanya untuk membeli pakaian. Bisa diartikan jika masyarakat desa mungkin tak memperoleh pakaian yang sesuai dengan selera mereka di desa atau tidak dapat menemukannya di wilayah mereka. Melalui pendekatan dan pengamatan ini, maka diperoleh kesimpulan jika desa merupakan sebuah peluang usaha yang bagus untuk membangun bisnis pakaian yang sesuai dengan selera mereka sekaligus harganya pun berbeda dengan harga pakaian di kota. Dapat dilihat bahwa mengetahui permintaan dari total kebutuhan, jumlah konsumen serta target pasarnya.

Pendekatan Penawaran

pendekatan penawaran berawal dari kemampuan yang dimiliki seorang wirausaha dalam memproduksi suatu barang, memberikan pelayanan baik itu jasa maupun produk dan aktivitas lainnya. Pendekatan ini bisa dengan mulai mencari pasar yang membutuhkannya dan harus memahami betul keinginan maupun tren yang sedang berlaku di masyarakat. Sebelum melakukan sebuah bisnis, maka sebaiknya mengetahui apakah daya beli masyarakat terhadap bisnis akan sejalan? Apakah mereka mampu membelinya? Bagaimana kualitas produk Anda dengan yang jenis produk sejenis? Apa yang menjadi kelebihan dari bisnis dan sebagainya. Dari hal tersebut maka harus dilakukan dan pahami dengan benar sehingga mampu dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan usaha. Dengan melakukan pendekatan ini, maka secara tidak langsung akan mengetahui tingkat pesaing lainnya. 

 Ciri dan Teknis Menetukan Ceruk Pasar

Pasar ceruk (niche market) adalah segmen spesifik dan kecil dari sebuah pasar dengan lebih sedikit pesaing daripada pasar secara keseluruhan. Segmen ini terdiri dari sekelompok konsumen dengan karakteristik yang serupa. Mereka memiliki kebutuhan dan preferensi yang unik, yang mana membuat mereka berbeda dari konsumen di pasar pada umumnya. Mereka biasanya juga bersedia membayar harga premium kepada perusahaan yang mengkhususkan diri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Cir-cirinya yaitu :

a) Memfokuskan sumber daya. 

Karena melayani sedikit pelanggan, perusahaan dapat lebih memusatkan sumber daya untuk mengeksploitasi pasar target. Itu menghasilkan efektivitas pemasaran yang lebih tinggi.

b) Lebih sedikit persaingan.

Strategi pemasaran melibatkan penargetan pasar di luar pasar utama. Perusahaan akan menargetkan segmen pasar tertentu, di mana perusahaan besar tidak tertarik masuk ke dalamnya

c) Layak untuk perusahaan kecil.

Pemasaran ceruk bermanfaat bagi perusahaan yang memiliki sumber daya yang relatif terbatas. Mereka dapat bertahan dan berkembang di pasar dan tidak harus bersaing langsung dengan perusahaan besar di pasar massal.

d) Margin keuntungan tinggi.

Tekanan persaingan yang rendah menawarkan kesempatan ke perusahaan untuk menjual dengan harga tinggi dan memperoleh margin keuntungan tinggi. Mereka menawarkan produk eksklusif, membuat konsumen bersedia membayar harga lebih tinggi.

e) Loyalitas tinggi.

Perusahaan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk memuaskan pelanggan. Mereka berspesialisasi dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan spesifik konsumen. Kesuksesan mengeksploitasi pasar membawa hubungan yang lebih kuat antara pelanggan dengan perusahaan dan merek. 

f) Skala ekonomi rendah.

Pasar memiliki sedikit pelanggan karena permintaan dan kebutuhan lebih spesifik. Oleh karena itu, perusahaan sulit untuk mengejar penurunan biaya rata-rata dengan meningkatkan volume penjualan dan produksi.

g) Hambatan masuk rendah. 

Persyaratan masuk relatif rendah karena tidak mengandalkan investasi modal yang signifikan. Oleh karena itu, di beberapa pasar, perusahaan menghadapi risiko tinggi masuknya pemain baru ke pasar, yang mana dapat meningkatkan persaingan langsung.

h) Kesempurnaan produk.

Pasar mengharuskan perusahaan mengembangkan strategi secara sempurna dan memberikan solusi yang lebih baik. Karena lebih sedikit calon pelanggan, hanya ada sedikit ruang untuk kesalahan. Perusahaan harus dapat memberikan apa yang diminta pelanggan dengan tepat.

Indonesia ada beberapa marketplace yang populer seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan lainnya. Marketplace lain dari luar contohnya Aliexpress, taobaoo, dan lainnya. Kita dapat memanfaatkannya. marketplace yang ada untuk mencari produk yang banyak dicari. 

a. Menentukan penjual marketplace yang bagus dapat menggunakan indikator

b. Menentukan ceruk pasar dengan Google trends, dan

c. Menentukan ceruk pasar dengan Instagram

Ciri-Ciri Produk yang Marketable untuk Ekspor


Ciri-ciri produk yang laku di pasar ekspor, yaitu :

a) Produk tersebut memiliki umur ekonomis yang cukup lama.

Semakin lama umur atau usia penggunaanya akan semakin baik bagi konsumen. Misalkan, dengan membeli sepatu dengan harga Rp 30.000 seorang konsumen cukup tahu diri bahwa sepatu tersebut bisa bertahan 3 bulan saja sudah bersyukur, namun ternyata sudah 6 bulan lebih sepatu tersebut masih layak digunakan, maka produk tersebut sudah sangat memenuhi kriteria handal yang pertama.

b) Apabila produk tersebut mengalami kerusakan mudah diperbaiki.

Mudah di sini, bisa berarti mudah dicari komponennya yang rusak, karena banyak dijumpai di berbagai toko yang ada, maupun mudah dalam memperbaikinya. Sebagai contoh, sebuah produk kursi yang rusak karena bautnya patah, konsumen dengan mudah membeli baut pengganti di banyak toko serta dapat memperbaikinya sendiri, atau kalaupun minta tolong orang, dengan mudah menemukan orang atau bengkel yang bisa memperbaiki kursi tersebut.

c) Kerusakan salah satu komponen tidak akan berpengaruh banyak pada fungsi utama produk tersebut.

Sebagai contoh produk inovatif ’sandal boneka’. Produk tersebut dikatakan handal apabila misalnya karena suatu sebab hiasan bonekanya lepas atau rusak, sandal tersebut tetap bisa dan pantas digunaka.

d) Mudah digunakan dan mudah dirawat.

Ciri selanjutnya adalah bahwa produk yang handal harus mudah digunakan, mulai dengan pemasangan yang mudah, maupun petunjuk penggunaan yang mudah dipahami, sehingga konsumen tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menikmati manfaat produk tersebut. Di samping itu, produk tersebut harus memberi kemudahan bagi konsumen untuk merawatnya. Sebagai contoh produk ’Baju’ yang baik adalah baju yang tidak hanya mudah dipakai namun juga harus mudah dirawat, dengan perawatan pada umumnya.

e) Ramah lingkungan

Saat ini dengan terus menurunnya kualitas lingkungan di sekitar kita, semakin menuntut produk yang ramah lingkungan, tidak hanya bahan baku yang digunakan saja yang harus ramah lingkungan, namun masa penggunaan dan sampah yang dihasilkan pun harus ramah lingkungan.

Strategi Ekspor untuk dapat melakukan kegiatan ekspor perlu dirumuskan langkah-langkah strategis agar kegiatan memasuki pasar global dapat berhasil baik, yaitu dengan cara :

a) Landasi bahwa perusahaan yang sangat kecil dan sangat tidak berpengalaman pun memiliki potensi untuk melakukan ekspor. Besar kecilnya perusahaan tidak ada hubungannya dengan produk yang dihasilkannya yang diminta oleh pasar luar negeri. 

b) Analisis produk

c) Analisis komitmen, apakah anda bersedia mencurahkan waktu, tenaga, pikiran agar usaha ekspor anda dapat berhasil.

d) Teliti pasar dan pilih target. Banyak kemungkinan produk yang dieskpor harus mengalami modifikasi. Karena itu informasi amat penting guna menemukan pelanggan yang potensial di luar negeri. Informasi penting dari Dinas Perdagangan / Kementerian Perdagangan Asosiasi Eksportir, Kadin dan sebagainya sangat penting untuk dicermati.

e) Mengembangkan strategi distribusi. Banyak saluran untuk dapat melakukan ekspor ke luar negeri. Selain langsung ke pembeli di luar negeri bisa melalui perantara perdagangan, usaha patungan dan lain-lain.

f) Menemukan pelanggan dapat melalui situs web atau melalui pameran-pameran dagng baik di dalam maupun di luar negeri.

g) Mencari pembiayaan. Untuk ekspor memerlukan biaya yang jauh lebih besar dibanding penjualan domestik dan pembayaran pun relatif lebih lama. Meskipun demikian keuntungannya juga lebih besar.

h) Mengirim barang Untuk mengirim barang ke luar negeri tersedia perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (EMKL).

i) Menerima pembayaran. Proses pembayaran hasil ekspor bisa lebih lama dibanding pembayaran domestik dan bila ada klaim mungkin bisa memakan waktu yang lebih lama (Sri Bondan, 2018)


Jumat, 08 Januari 2021

Bauran Pemasaran Promotion (Promosi)

 Bauran Pemasaran Promotion ( Promosi)

1. Konsep Inti Promosi 

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi, produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan. Tujuan utama dari promosi adalah produsen atau distributor akan mendapatkan kenaikan angka penjualan dan meningkatkan profit atau keuntungan. Selain mendapatkan keuntungan yang terus meningkat, kegiatan promosi juga memiliki tujuan lain yaitu menarik calon konsumen untuk membeli atau mengonsumsi barang/jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Selain itu ada beberapa tujuan lain dari promosi, seperti:      Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial     Mendapatkan kenaikan penjualan dan profit atau laba     Mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan     Menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar     Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing     Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan     Mengubah tingkah laku dan mendapatkan konsumen

2. Manfaat Promosi

 1. Costumer Loyalty Promosi bermanfaat untuk meningkatkan loyalitas konsumen agar nantinya tidak beralih ke produk kompetitor yang menyediakan barang atau jasa yang serupa. 

2. Media Komunikasi Promosi juga dapat membantu sebuah perusahaan untuk menyampaikan informasi-informasi yang ingin disampaikan kepada pelanggan dan/atau calon pelanggan, seperti informasi terkait kegunaan atau fungsi dari barang atau jasa yang ditawarkan. Selain itu, perusahaan juga dapat menyediakan informasi lain yang relatable dengan barang atau jasa yang disediakan.

  3. Meningkatkan Citra Bisnis promosi mampu mempertahankan citra perusahaan ditambah lagi dengan melakukan upgrade dan update di setiap promosi sehingga tidak memberi ruang untuk perusahaan kompetitor menyerang.

4. Trial and Repeat Buying dengan melakukan upgrade dan update di setiap promosi, perusahaan juga berkesempatan besar untuk mendapatkan pembeli atau pelanggan baru, dan tentunya pembelian berulang. 

5. Membangun Merek Seperti yang sudah disebut pada awal artikel, promosi berfungsi untuk meningkatkan Brand Awareness. Di mana, semakin tingginya tingkat exposure, sehingga perusahaan bisa menjadi Top of Mind di masyarakat. Semakin seringnya dipromosikan, masyarakat juga akan lebih mengenal produk yang ditawarkan perusahaan.

3. Bentuk Bentuk Promosi

A. Advertising (Periklanan)


Kotler mendefinisikan periklanan sebagai bentuk promosi dan penyajian ide, barang atau jasa secara non personal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Advertising merupakan bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media untuk merangsang pembelian. Iklan memiliki beberapa karakteristik yaitu berbayar, non personal, menggunakan media massa untuk massifikasi pesan, sponsor yang teridentifikasi, persuasif dan untuk meraih audiens sebanyak-banyaknya.


Jenis advertising sendiri seperti Informative Advertising yang biasa di gunakan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk Anda atau fitur-fitur baru dari produk Anda. Lalu ada Persuasive Advertising yang biasa di gunakan untuk menciptakan kesukaan, preferensi dan keyakinan sehingga konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa yang Anda tawarkan. Dan terakhir ada Reminder Advertising yang biasa digunakan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa yang Anda sediakan.


B. Personal Selling


Merupakan bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pelanggan yang ditujukan untuk merangsang transaksi. Personal Selling mempromosikan suatu produk dengan cara mendatangi ke tempat konsumen berada.

Personal Selling, merupakan penyajian atau presentasi personal oleh tenaga penjual perusahaan dengan tujuan menjual dan membina hubungan dengan pelanggan, menurut kotler.


Kunci dari Personal Selling adalah Prospecting (mencari pelanggan dan menjalin hubungan dengan mereka), Targeting, Communicating (mengkomunikasikan dan memberi informasi terkait produk Anda), Selling, Servicing, Information gathering (riset pasar), Allocating (mengalokasikan target market).


C. Sales Promotion


Sales Promotion sendiri merupakan bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk Anda dengan segera dan meningkatkan jumlah pembelian. Sales Promotion ialah Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu produk dan jasa menurut Kotler. Berbagai jenis peralatan yang unik seperti kupon, perlombaan,pemotongan harga, hadiah dan lain-lain merupakan Promosi Penjualan.


D. Publishing (Publisitas)


Publishing dapat dilakukan dengan perusahaan Anda untuk mendukung, membina citra perusahaan yang baik dan juga menangani atau menangkal isu, cerita dan peristiwa yang dapat merugikan perusahaan yang dilakukan melalui pembinaan hubungan dengan masyarakat (public relations).


E. Direct marketing


Dengan direct marketing, Kunci nya adalah komunikasi langsung dengan pelanggan Anda dan juga target customer Anda. Direct marketing diharapkan dapat menghasilkan transaksi atau bahkan dukungan. Anda bisa memanfaatkan direct mail, Catalog, Broadcast media, Tv advertorial, Teleshopping, Telemarketing dan lainnya.

4. Pemilihan Media Iklan 

Terdapat empat faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan bentuk promotion mix, yaitu:


1. Dana yang tersedia    


Perusahaan yang memiliki dana yang cukup, akan dapat membuat periklanan yang berhasil dari pada perusahaan dengan dana terbatas.

2. Sifat pasar                 

Sifat pasar yang berpengaruh dalam promotion mix yaitu luas geografis pasaran, jenis pelanggan dan konsentrasi pasaran. Misalnya pada konsentrasi pasaran dimana makin sedikit konsumen (potensial buyers) makin efektif penjualan personal dibadingkan periklanan. 

3. Sifat Produk                

Pada golongan produk konsumen, promotion mix dipengaruhi oleh sifat produk dan cara produk tersebut dibeli, dikonsumsi dan dipersepsikan. Contohnya pada produk-produk yang dibeli dalam jumlah yang sedikit dan sering dibeli, perusahaan harus memilih iklan daripada personal selling.

4. Faktor bauran pemasaran      

yaitu faktor yang berpengaruh seperti harga yang tinggi sering dianggap konsumen berkorelasi positif dengan kualitas yang juga tinggi, sehingga penggunaan iklan untuk kasus ini akan lebih tepat karena untuk mengkomunikasikan kualitas dari produk-produk yang harganya mahal.

5. Strategi Promosi dengan Melihat Siklus Hidup Produk

Definisi strategi merupakan serangkaian komitmen, tindakan terpadu dan terkoordinasi yang dirancang untuk mengeksploitasi kompetensi inti guna mendapatkan keunggulan kompetitif. Strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai oleh perusahaan. Strategi promosi adalah cara yang biasa digunakan untuk meningkatkan citra perusahaan, dengan mengiklankan produk dan brand perusahaan melalui beberapa media. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi promosi merupakan kegiatan yang direncanakan dengan maksud membujuk, merangsang konsumen agar mau membeli produk perusahaan sehingga tujuan untuk meningkatkan penjualan diharapkan dapat tercapai.

Berikut tahapan yang dapat dilakukan dalam melakukan strategi dengan mlihat siklus hidup produk:


1. Tahap Perkenalan (Introduction)


Tahapan ini merupakan tahapan perkenalan yang menjadi cikal bakal suatu siklus hidup. Awalnya melalui tahapan ini, produk akan diproduksi dan dipasarkan dalam jumlah yang lebih besar. Walaupun begitu, volume penjualannya tentu saja tidak sesuai dengan jumlahnya. Promosi yang dilakukan tentu saja harus merupakan promosi yang agresif serta memiliki kualitas pemasaran yang menunjang. Saat promosi dilakukan, targetnya harus benar- benar mengarah kepada merek penjualan. Tahapan ini memang proses pendistribusian serta keuntungannya masih rendah dari biasanya.

Strategi Promosi yang dapat dilakukan yaitu: 


a. Memberikan informasi dan pendidikan kepada konsumen potensial. Menerangkan bahwa produk tersebut ada dan manfaat produk untuk memenuhi kebutuhan.  


b. Penjual harus merangsang permintaan primer, permintaan akan suatu jenis produk yang harus dibedakan dari permintaaan selektif.  


c. Cara yang biasa digunakan pada tahap ini yaitu penjualan personal, pameran dagang dan mendatangi calon konsumen.

 2. Tahap Pertumbuhan (Growth)


Pada tahan ini situasi pasar diketahui bahwa pelanggan mulai menyadari manfaat produk dan produk cukup laku serta perantara ingin menanganinya. Strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu dengan menstimulsi permintaan selektif (merk), lebih menenkankan pentingnya periklanan dan perantara bertambah besar dalam menanggung beban periklanan.


 3. Tahap Kematangan :


Pada tahapan ini situasi pasar diketahui bahwa persaingan meningkat dan kurva penjualan mulai mendatar. Strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu dengan 


a. Perikalanan digunakan sebagai alat untuk menghimbau, membujuk dan bukan hanya sekedar informasi 


b. Persaingan yang tajam mengharuskan penjual menyediakan dana yang lebih besar untuk periklanan.


 4. Tahap Mundurnya Penjualan :


Pada tahap mundurnya penjualan maka situasi pasar mengakibatkan penjualan dan laba menurun serta produk baru yang lebih baik mulai memasuki pasar. Maka strategi promosi yang dapat dilakukan yaitu denga semua usaha promosi sebaiknya banyak dikurangi, kecuali jika ingin menghidupkan kembali.

Jumat, 01 Januari 2021

Bauran pemasaran price (harga)

 Bauran Pemasaran Price 



1. Konsep Penetapanb Harga 

    Penetapan harga adalah proses menetapkan nilai yang akan diterima oleh produsen dalam hal pertukaran jasa dan barang. Metode pricing ata penetapan harga dilakukan agar nilai atau biaya yang di tawarkan sesuai dengan produsen dan pelanggan. Harga yang ditentukan dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan, nilai yang dirasakan pelanggan, dan nilai dari pesaing. 

2. Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Penetapan Harga:

- identitas barang dan jasa 

- Biaya yang serupa di pasar

- Sasaran

Elemen eksternal: kebijakan, ekonomi, regulasi, dll

Total biaya produksi (biaya produksi, biaya tenaga kerja, biaya mesin, dll)

3. Tujuan Penetapan Harga 

            Mepertahankan dan mmemperbaiki market share

     Meningkatkan laba

     Penguasaan pasar

     Mendapatkan pengembalian ivestasi yang di targetkan

     Mencegah atau mengurangi persaingan

            Pasar untuk ide inovatif

4. Faktbor yang Mempengaruhi Penetapan Harga 

  

     Tujuan penetapan harga

     Menentukan permintaan

     Perkiraan biaya

     Analisis biaya

     Harga dan tawaran pesaing

     Metode penetapan harga

           Memilih harga akhir

5.Metode Penetapan Harga

- Berbasis Permintaan 

- Berbasis Biaya 

- Bberbasis Laba 

- Berbasis Persaingan


6Monitoring Pergerakan Harga

- Mengawasi naik turun nya harga di sebuah perusahaan

- Mengawasi perkembangan produk yang diproduksi oleh perusahaan

- Mengawasi segala kebijakan agar produk sampai sesuai dengan harapan costumer

- Semuanya itu dilakukan agar mengetahui apa yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan                     kedepannya

7. Kebijakan Distribusi Dalam Perusahaan

       Menentukan saluran distribusi dalam kehidupan suatu perusahaan sangat penting terutama dalam perusahaan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

       Pertimbangan – pertimbangan dalam menentukan kebijakan saluran distribusi adalah sifat barang, sifat penyebaran,alternatif biaya, modal yang dapat disediakan, tingkat keuntungan dan jumlah pembelian

       Kebijakan yang perlu diterapkan dalam perusahaan seperti pembayaran yang lebih fleksibel atau jangka waktu pembayaran yang lebih panjang, pemberian diskon lebih besar kepada agen,

Study Kasus

PENGARUH HARGA DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ONLINE (STUDI KASUS PADA HARAPAN MAULINA HIJAB JOMBANG)

    Di era digital sekarang, penggunaan internet dalam bisnis telah memasuki semua lini bisnis termasuk dalam pemasaran barang atau jasa. penjualan online atau yang dikenal sebagai E- commerce, juga digunakan oleh Maulina Hijab Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih dalam Pengaruh Harga (X1) dan Trust (X2) terhadap Keputusan pembelian online. Jenis penelitian adalah explanatory melibatkan 90 responden. metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor harga (X1) tidak dominan dipengaruhi terhadap keputusan pembelian online di Maulina Hijab Jombang. Sementara "kepercayaan" faktor (X2) yang dominan dipengaruhi. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Maulina Hijab sudah percaya bahwa kualitas barang yang dijual setara den gan harga yang ditawarkan.













Kamis, 24 Desember 2020

Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi

 Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi

1..     Konsep Lokasi dalam Bauran Pemasaran

Place (tempat) dalam bisnis jasa berkaitan dengan lokasi dari fasilitas jasa dan struktur saluran distribusi. Menurut Kotler, saluran distribusi terdiri dari beberapa lembaga yang melakukan semua kegiatan yang digunakan dalam penyaluran produk dan status pemiliknya dari produsen ke konsumen tanpa perantara maupun dengan perantara. Secara umum, terdapat dua kemungkinan pertimbangan dalam hal lokasi fasilitas jasa. Pertama, pelanggan datang ke lokasi. Kedua, penyedia layanan mendatangi pelanggan.

Saluran distribusi mempunyai fungsi tertentu. Hal tersebut untuk menunjukkan seberapa pentingnya strategi distribusi bagi perusahaan. Fungsi saluran distribusi antara lain, yaitu :

a.   Fungsi transaksi

Merupakan fungsi yang meliputi seperti apa perusahaan dalam menghubungi dan mengkomunikasikan produknya terhadap calon pelanggan.

b.   Fungsi logistik

Merupakan fungsi yang meliputi pengangkutan dan sortir barang. Barang yang diangkut dapat tiba tepat waktu dan tidak rusak atau cepat membusuk. 

c.   Fungsi fasilitas

Pembiayaan adalah kepastian dari saluran distribusi tentang memiliki dana yang cukup untuk memudahkan aliran barang melalui saluran distribusi hingga sampai ke konsumen tingkat akhir.

Dalam strategi saluran distribusi ada beberapa tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan. Strategi tersebut memberikan manfaat dalam segala hal, antara lain yaitu :

1.    Melayani konsumen secara tanggap.

2.    Menjaga kualitas suatu produk agar tetap stabil.

3.    Menghemat dana atau biaya.

4.    Menghindari pesaing

Menurut Tjiptono, dalam pemilihan lokasi diperlukan pertimbangan yang cermat terhadap beberapa faktor, antara lain :

a.   Akses, adalah tempat atau lokasi yang dilalui dan mudah dijangkau oleh sarana transportasi umum.

b.   Visibilitas, adalah tempat atau lokasi yang dapat terlihat dengan jelas dari jarak pandang normal .

c.   Lalu lintas (traffic), hambatan yang terjadi akibat adanya kepadatan atau kemacetan lalu lintas.

d.   Tempat parkir yang luas akan membuat pemilik kendaraan roda dua maupun empat merasa nyaman dan aman.

e.   Ekspansi, adalah persediaan lokasi yang cukup luas sebagai perluasan usaha di kemudian hari.

f.    Lingkungan, adalah tempat atau lokasi sekitar yang dapat mendukung jasa yang ditawarkan.

g.   Kompetisi, tempat atau lokasi pesaing.

h.   Peraturan pemerintah, adalah aturan atau ketentuan yang melarang atau memperbolehkan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam pemilihan tempat atau lokasi sebaiknya dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan. 

 2. Kreteria Lokasi Usaha yang Strategis

- Akses

- Visibilitas

- Lalu Lintas

- Tempat Parkir

- Ekspansi

3. Persyaratan Legislasi Wilayah Terkait K3 dalam Kegiatan Pemasaran

 Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) dalam bekerja sangat penting bagi seorang karyawan, tanpa adanya kebijakan perusahaan mengenai K3 maka berdampak pada kerugian yang dialami oleh perusahaan serta berdampak buruk pada kineja karyawan. Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) telah dijelaskan dalam UUD 45 pada Pasal 27 ayat 2 yang berbunyi “Tiaptiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.  Adapun beberapa syarat-syarat yang berdasarkan undang-undang No 1 Tahun 1970 Pasal 3, syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam keselamatan kerja, yaitu:

a.     Mencegah dan mengurangi kecelakaan

b.    Mencegah, mengurangi dan memadam kan kebakaran

c.     Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan

d.    Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri saat kebakaran atau bencana-bencana lain yang berbahaya jiwa

e.     Memberi pertolongan pada kecelakaan

f.     Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja

g.   Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan getaran

h. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis, peracunan, infeksi dan penularan

i.      Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai

j.      Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik

k.     Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup

l.      Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban

m.   Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya

n.     Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang

o.    Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan;

p.    Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar-muat, perlakuan dan penyimpanan barang

q.    Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya

r.  Menyeseuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

4. Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi

Meurut Philip Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran, Edisi Mellenium (2002: 559
- Menumpulkan informsi mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku dan kekuatan lain yang ada saat ini maupun potensi dalam lingkungan pemasaran 
- Mengembangkan dan menyebarkan omunikasi persuasive untuk merangsang pembelian 
- Mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan syarat lain 
- Memperoleh dana yang lebih besar  
- Menangung resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasaran tersebut.
- mengatasi transfer kepemilikan actual dari suatu organisasi

5. Tipe Tipe distribusi 

A. Distribusi Dari Produsen ke Konsumen 

    distribusi ini adalah jenis saluran distribusi yang paling pendek dan sederhana karena tidak terdapat perantara  B. Distribusi dari produsen kepenegcer ke konsumen   

Jenis distribusi ini yaitu pprodusen hanya berperan sebagai pihak yang melayani penjualan besar dan melakukan distribusi terhadap pengecer sehingga merek tidak melayani penjualan terhadap konsumen akhir. 

 C. Distribusi dari Produsen ke Pedangang Besar ke Pengecer ke Konsumen distribusi ini jenis sama dengan jenis saluran sebelumnya. namun kini produsen hanya melayani penjualan dengan skala besar saja dan tidak menjualkan produk atau jasanya terhadap pengecer seperti jenis distribusi poin dua 

D. Dangistribusi dari Produsen ke Agen ke Pengecer ke Konsumen 

Pada saluran ini, produsen memilih menjual produknya kepada agen sebagai penyalur. kegiatan perdanga

6.    Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi

Pengendalian saluran distribusi dapat menjadi suatu masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri. Hal ini artinya mereka hanya tertarik untuk menjual barang yang dapat meningkatkan laba mereka. Oleh karena itu produsen yang menjual melalui penyalur independent tersebut harus merancang produk dan pemasaran menarik. Hal ini dilakukan untuk membuat agen independent agar lebih dekat dan terikat dengan produsen, maka sebaiknya produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti :

a)  Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir.

b) Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen.

c) Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli.

d) Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif. Beberpa teknik pemberian intensif yang dapat digunakan antara lain :

Ø Konsesi harga, misalnya : potongan harga, potongan tunai.

Ø Bantuan keuangan, misalnya : pembelian secara kredit.

Ø  Proteksi, misalnya : proteksi harga, proteksi keuangan.

Begitu pula halnya dengan saluran distribusi yang akan digunakan perusahaan untuk memasarkan produk tersebut. Ada kecenderungan disetiap perusahaan menggunakan lembaga perantara untuk memasarkan produknya. Lembaga perantara ini cukup beraneka ragam jenis dan tingakatannya. Mereka inilah yang dikenal dengan istilah agen, pengecer ataupun pedagang besar. Disetiap perantara mempunyai sifat dan karakter yang berbeda, namun mereka memiliki kesamaan terutama dalam peranan memperlancar dari produsen sampai ke tangan konsumen.

G.    Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi

Manajemen konflik adalah masalah dari proses pihak yang terlibat konflik dan pihak ketiga atau penengah dalam menyusun strategi konflik dan menerapkannya untuk mengendalikan konflik agar menghasilkan jalan keluar atau resolusi konflik yang diinginkan. Perilaku pihak yang berkonflik adalah tindakan koersif dan tindakan nonkoersif. Tindakan koersif adalah tindakan sosial yang memaksa atau menyuruh seseorang pihak lawan dengan paksaan yang kuat pihak lawan untuk melakukan sesuatu yang pihak lawan tidak ingin melakukannya. Sedangkan tindakan nonkoersif adalah mencari jalan keluar dalam hubungan konflik dengan tanpa adanya paksaan dari kedua belah pihak yang terlibat.

Tindakan ini didasari oleh kesadaran dari pelaku konflik dan orang ketiga atau pihak penengah pentingnya pemecahan masalah dan biasanya dilakukan dengan melakukan negoisasi yang berhasil. Selanjutnya adalag tindakan nonkoersif atau kebalikan dari tindakan koersif dapat digunakan sebagai strategi konflik sebelum tindakan koersif dilakukan. Terdapat beberapa tipe konflik. Tanpa konflik yaitu situasi yang relatif stabil dimana antar kelompok saling mememuhi dan damai dan tidak mempermasalahkan suatu perbedaan dengan percikan maslah.

Konflik atau masalah akan timbul apabila terjadi perselisihan antar anggota dari saluran distribusa, dalam menangani hal tersebut maka diperlukan manajemen konflik yang baik agar tercipta keharmonisan dalam saluran distribusi. Konsep sistem pada distribusi mensyaratkan adanya kerjasama antar saluran, akan tetapi selalu timbul struktur kekuatan dimana saling merasa kuat dan tidak mau terkalahkan sehingga diantara anggota saluran sering terjadi konflik baik bersifat horizontal ataupun vertikal yang mana memberikan dampak kurang nyaman.

1. Konflik horizontal

Konflik ini terjadi diantara para perantara yang sejenis.

2. Konflik vertikal

Konflik ini terjadi antar anggota saluran distribusi.

Dalam mengelola dan menyelesaikan masalah konflik dalam saluran distribusi memerlukan strategi manajemen konflik saluran dan juga pihak penengah yang bersifat netral agar konflik dapat terselesaikan dengan cara, sebagai berikut :

a.  Mengalah dari pihak yang terlibat konflik, dengan harapan pihak lain juga berbuat serupa. Jadi memiliki rasa rendah hati dan bersikap dewasa. Meskipun pengharapan besar diperlakukan sama.

b.  Menangani konflik dengan diplomasi, dimana kedua belah pihak mengirim wakil-wakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang terjadi dapat juga melalui pengadilan dengan mendatangkan pengacara untuk memecahkan masalahnya.

c. Pemecahan konflik dengan interaksi informasi yang sering dengan melibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan masing-masing dengan bergabung pada asosiasi lain dan mencari informasi dari asosiasi baru tersebut.

d. Menggunakan pihak ketiga atau orang penengan yang netral untuk menangani konflik agar tidak terjadi perselisihan dan perdebatan yang cukup panjang.

e. Anggota saluran yang berkonflik menetapkan tujuan bersama dalam bernegosiasi agar tercapai kesepakatan yang tidak memberatkan kedua belah pihak yang berkonflik.

f.  Masing-masing pihak yang berkonflik saling bertukar personil maksudnya agar mereka saling memahami dan belajar dari karakter orang lain atau orag baru.

g. Mengundang atau sengaja memberikan jawbatan untuk pimpinan organisasi lain yang ditempatkan di dewan penasihat untuk didengarkan pendapatnya dalam organisasi konflik jadi memiliki seseorah yang dipercaya untuk menasehati dan dipercaya secara penuh.

 


Jumat, 18 Desember 2020

Bauran produksi

 Bauran produksi

1. A. Pengertian Produk

Secara umum definisi Produk adalah hasil jadi dari sebuah proses yang dilakukan oleh pembuat atau produsen yang kemudian akan didistribusikan kepada pembeli atau konsumen sesuai yang dibutuhkannya. Dalam kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat juga akan memilih, membeli produk yang harganya relatif murah dan bisa dijangkau sesuai kemampuannya. Dalam hal ini tentu pilihan produk-produk yang menyebar dimasyarakat luas sangatlah banyak dan sebagian besar diantaranya merupakan produk-produk yang riil.


B. Jenis-jenis Produk

Produk terdiri dari dua jenis yakni produk konsumsi dan produk industri


1. Produk Konsumsi

Produk Konsumsi diartikan sebagai produk yang diproduksi oleh produsen kemudian disalurkan langsung kepada konsumen untuk dikonsumsi. Dan produk konsumsi ini lebih cenderung tidak untuk dijual kembali


Adapun barang-barang yang termasuk dalam produk konsumsi yaitu:


a) Barang kebutuhan sehari-hari

b) Produk belanjaan

c). Produk Khusus

2. Produk Industri

Produk Industri adalah produk yang diproduksi oleh produsen kemudian dibeli oleh konsumen dengan tujuan akan dijual kembali dan juga dipergunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi yang akan menghasilkan produk baru yang mempunyai kemanfaatan yang lebih.


Jenis-jenis dari produk industri bisa dibagi menjadi tiga jenis yakni:


a) Bahan baku dan suku cadang pabrik

b). Barang modal

C) Perlengkapan dan layanan bisnis (supplies and business service)

2. Strategi Pemasaran Produk 

Strategi pemasaran dapat diartikan sebagai serangkaian upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Strategi Pemasaran memiliki peran penting dalam suatu perusahaan atau bisnis karena berfungsi untuk menentukan nilai ekonomi perusahaan, baik harga barang maupun jasa. Strategi pemasaran produk adalah rencana detail berisi cara menjual produk atau layanan.

Adanya strategi ini memastikan sebuah produk atau layanan dapat dipasarkan secara efektif ke satu target pasar tertentu. Strategi pemasaran produk baru merupakan hal vital dalam bisnis. Beberapa perusahaan memilih untuk mengikuti strategi yang dimiliki kompetitor bisnis. dengan strategi pemasaran produk yang tepat, brand bisa meningkat. Hal ini menjadikan bisnis menjadi terdepan, selalu diingat, dan dianggap sebagai yang paling hebat. Berikut strategi pemasaran produk yang dapat diterapkan, yaitu :


Membentuk Koperasi Agribisnis

Koperasi yang merupakan organisasi bisnis yang dijalankan oleh sekelompok orang untuk mencapai kepentingan bersama memang sangat diperlukan oleh pengembangan agribisnis.

Dukungan Perbankan

Dalam Upaya mewujudkan pemasaran agribisnis yang baik di daerah maka diperlukan dukungan peranan perbankan sebagai lembaga pembiayaan

Lelang

Sistem lelang akan meningkatkan harga jual produk karena lembaga pemasaran selanjutnya akan dipilih berdasarkan harga belinya yang tertinggi. Petani akan lebih mudah mendapat keuntungan dan terhindar dari permainan harga oleh tengkulak atau pengepul.

Menjalin Hubungan Dengan Konsumen

Menjalin hubungan yang baik dengan konsumen merupakan kunci yang harus menjadi pegangan untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis.

Media Sosial

Media sosial bisa berfungsi sebagai etalase bisnis. Di sini bisa memamerkan produk-produk unggulan bisnis. Baik melalui visual apik dari foto, deskripsi dan cerita lewat caption, ataupun detail harga. Media sosial berfungsi sebagai sumber informasi promo, diskon, event, brand dan lain sebagainya. Akses media sosial yang mudah bisa menghilangkan jarak antara pebisnis dengan pelanggan. 

Program Afiliasi

Model pemasaran lewat afiliasi mulai berkembang di Indonesia. Strategi ini tak lain adalah versi canggih untuk promosi mulut ke mulut. Bagi pebisnis, afiliasi ini bisa jadi lebih efektif dan murah di satu waktu.

Video Tutorial

Melalui video-video tutorial akan memperkuat dan meyakinkan calon pelanggan bahwa perusahaan siap memberikan layanan terbaik. Termasuk dengan memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan melalui video tutorial.

Blog dan SEO

Blog maupun SEO memastikan bisnis memiliki reputasi yang bagus. Tak kalah penting lagi, keduanya membuat bisnis sebagai yang terdepan dan paling mudah ditemukan oleh calon pembeli.

3.Arti dan macam-macam jasa

 Layanan atau jasa merupakan suatu aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau barang-barang milik, namun tidak menghasilkan tranfer kepemilikan. Jasa dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang diproduksi dan dikonsumsi secara simultan. Jadi, jasa tidak pernah ada dan hasilnya dapat dilihat setelah terjadi. 

Menurut Ahli 

Norman

 Jasa merupakan interaksi serta tindakan yang berupan kontak sosial antara produsen dengan konsumen yang lebih dari sekedar hasil yang tidak terhalang.

Zeithaml dan Bitner

 Jasa adalah suatu aktivitas ekonomi dengan adanya pengeluaran (output) selain produk yang dikonsumsi serta diproduksi saat waktu yang bersamaan yang memberikan nilai positif serta tidak berwujud untuk pembelinya.

Macam-macam jasa

Perumahan

(termasuk sewa kamar hotel, motel, apartemen/rumah flat, usaha tani, dan lain-lain)

Usaha rumah tangga

(termasuk air minum, perbaikan rumah, reparasi alat rumah tangga, perawatan kebun, pembersihan, dan lain-lain)

Rekreasi dan kesukaan

penyewaan dan separasi peralatan untuk ikut serta dalam kegiatan rekreasi dan hiburan, juga izin memasuki gelanggang hiburan, rekreasi dan kesenangan dan lainnya)

Perawatan medis dan kesehatan

(perawatan gigi, perawatan sakit opname di rumah sakit, dan periksa dokter)

4. Strategi Pemasaran Jasa

*Pemasaran jasa adalah suatu proses kegiatan yang memiliki manfaat lalu ditawarkan atau dijual dan diberikan oleh suatu pihak yang pada dasarnya bersifat tidak berwujud (intangible).

*Karakteristik jasa :

1.Tidak Berwujud (Intangibility)

Jasa merupakan hal yang tidak dapat dilihat, diraba, dirasa, didengar, dicium, atau menggunakan indra lainnya sebelum jasa itu dibeli. Hal tersebut membedakan jasa dengan hasil produksi berupa barang dari perusahaan. Wujud dari suatu produk jasa yaitu seperti perbuatan, penampilan, atau sebuah usaha lainnya yang tidak dapat disimpan, dipakai, atau diletakan di suatu tempat yang diinginkan.

2.Tidak Terpisahkan (Inseparability)

Jasa tidak terpisahkan dari penyedia pelayanan atau jasanya, baik orang-orang maupun mesin. Jika seorang karyawan memberikan jasa atau pelayanan, maka karyawan menjadi bagian dari proses pelayanan tersebut karena konsumen juga hadir pada saat jasa diberikan.

3.Bervariasi (Variability)

Jasa sangat banyak variasinya karena jasa selalu tergantung pada siapa yang menyediakan dan kapan hal itu terjadi serta dimana jasa itu dilakukan. Contohnya jasa yang ditawarkan oleh suatu hotel. Meskipun setiap hotel mempunyai standar yang sama, tetapi jasa yang diberikan akan bervariasi atau bermacam-macam.

4.Tidak Tahan Lama (Perishability)

Suatu jasa tidak dapat disimpan untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama. Tidak tahan lamanya jasa tidak jadi masalah bila permintaan tetap. Tetapi jika permintaan akan jasa tersebut berfluktuasi, maka perusahaan jasa dapat menghadapi masalah.

*Strategi Pemasaran Jasa :

Untuk melakukan strategi pemasaran jasa yaitu dengan cara :

1.Memberikan pelayanan secara efisien. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai dengan keinginan konsumen, secara tidak langsung hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan.

2.Peran karyawan dalam melayani konsumen dengan baik. Termasuk daya tarik tersendiri untuk konsumen. Karena citra perusahaan ditentukan oleh kinerja karyawan.

3.Penentuan harga yang ditawarkan. Sebaiknya disesuaikan dengan manfaat yang diperoleh konsumen dari produk jasa yang diberikan.

4.Penggunaan perkembangan teknologi serta inovasi. Untuk dapat menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan suatu kepuasan yang lebih bagi konsumen. Jika teknologi yang digunakan semakin canggih, maka semakin cepat pula pelayanan yang akan diberikan untuk konsumen.

5.Menyesuaikan dengan budaya yang berkembang. Karena budaya yang berkembang saat ini akan mempengaruhi peluang akan pasar jasa.

6.Berikan reward atas referensi pelanggan. Apabila kita mendapat konsumen baru dari hasil referensi pelanggan, maka berikanlah komisi dalam jumlah tertentu sebagai imbalan memberikan kontribusi dalam mencarikan konsumen.

*Kerangka Rancangan Jasa

Kerangka ini, merupakan segitiga jasa, mengasumsikan adanya empat unsur yang perlu diperhatikan dalam memproduksi jasa. Unsur-unsur itu adalah :

- Pelanggan

- Strategi

- Manusia

- Sistem

Penjelasan : Pelanggan tentu berada dipusat dari segitiga jasa, karena jasa harus selalu berpusat kepada pelanggan. Manusia adalah karyawan dari perusahaan jasa yang bersangkutan. Strategi adalah pandangan atau filosofi yang dipakai untuk mengarahkan segala aspek dari penyerahan jasa. Sistem adalah sistem fisik dan prosedur yang dipakai Garis penghubung dari pelanggan ke strategi menunjukkan bahwa strategi harus memperhatikan pelanggan terlebih dahulu dengan cara memenuhi kebutuhan yang sebenarnya.

*Strategi Harga Jasa 

Penentuan harga produk jasa harus melihat dari perspektif konsumen dan pasar, yaitu dengan melihat 3 (tiga) komponen yang dapat menjadi pertimbangan yaitu biaya, nilai dan kompetisi. Penentuan produk jasa dapat dikaitkan dengan konsep net value, semakin besar manfaat yang dirasakan dibanding biaya yang dikeluarkan akan dinilai konsumen sebagai positive value. Ada 3 (tiga) faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan harga yaitu persaingan, elastisitas dan struktur biaya. Penyedia jasa dapat memilih banyak alternatif dalam menentukan harga yang tepat sesuai dengan produk jasa yang ditawarkan